MENAIKKAN DERAJAT PETANI RUMPUT LAUT DI KABUPATEN PARIGI MOUTONG

IMG-20170331-WA0010

       Dinas Perikanan dan Kelautan Propinsi Sulawesi Tengah bekerjasama dengan Ocean Fresh mengadakan pelatihan pasca penen rumput laut di daerah Parigi. Pelatihan ini diikuti oleh kelompok petani rumput laut di daerah Parigi pada tanggal 1-5 November 2016 . Materi pelatihan adalah pasca panen rumput laut dengan metode sauna dan pembuatan Alkali Threated Spinosum (ATS).

      Selama ini kebanyakan petani menjual rumput laut dalam kondisi basah, sehingga harganya relatif rendah. Pelatihan pengolahan rumput laut dengan metode sauna dan pembuatan ATS bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah produk rumput laut dari petani. Adanya nilai tambah dari produksi rumput laut diharapkan dapat membantu meningkatkan kesejahteraan petani.

Pelatihan pengeringan rumput laut dengan metode sauna

Pelatihan pengeringan rumput laut dengan metode sauna

       Warga nampak sangat antusias saat diajak untuk praktek langsung dalam pengeringan rumput laut dengan metode sauna. Untuk membuat rumput laut sauna dibutuhkan beberapa alat seperti : plastik bening, para-para, waring, dan terpal. Pengeringan rumput laut dengan metode sauna diawali dengan mencuci dan menghilangkan kotoran dari rumput laut. Rumput laut yang telah bersih diletakkan di atas gelaran plastik di atas para-para. Bagian atas dari rumput laut juga harus tertutup plastik. Lipat bagian pinggir plastik sehingga udara tidak masuk. Penjemuran dilakukan sampai sore hari jika kondisi matahari terik. Setelah itu rumput laut dijemur biasa tanpa menggunakan plastik.

Pelatihan pembuatan Alakali Treated Spinosum (ATS)

Pelatihan pembuatan Alakali Treated Spinosum (ATS)

      Selain pembuatan rumput laut sauna, para petani juga diajarkan untuk membuat Alkali Treated Spinosum (ATS). Untuk membuat ATS, rumput laut yang telah bersih perlu direndam dalam air kapur selama satu malam guna menghilangkan bau amis dan memutihkan rumput laut. Setelah itu rumput laut di cuci dan dijemur selama satu hari. Tahap selanjutnya rumput laut direndam selama 2-3 jam. Terakhir rumput laut dijemur lagi selama dua sampai tiga hari. Petani tidak hanya diajarkan bagaimana teknik membuat ATS tetapi juga dilatih hitungan ekonomi dalam usaha pembuatan ATS.

Pelatihan menghitung keekonomian dalam usaha pembuatan ATS

Pelatihan menghitung keekonomian dalam usaha pembuatan ATS

Pasca pelatihan, petani rumput laut beserta perwakilan dari Dinas Perikanan dan Kelautan Sulawesi Tengah beserta Ocean Fresh melakukan musyawarah bersama untuk membahas kerjasama ketiga belah pihak. Dari musyawarah tersebut diputuskan bahwa petani bersedia untuk menjual rumput laut sauna ke Ocean Fresh. Harga rumput laut juga di musyawarahkan bersama secara transparan sehingga menguntungkan semua pihak. Dari hasil musyawarah ditetapkan harga ruput laut kering sebesar Rp 6.000,00 per kilogram. Harga tersebut lebih tinggi dari harga pasaran di pengepul yang berkisar Rp 4.500,00 per kilogram.

   Dari akhir tahun 2016 sampai April 2017 petani di Parigi sudah melakukan transaksi rumput laut kering dengan Ocean Fresh sekitar 6 ton. Jumlah ini akan terus meningkat karena banyak pembukaan lahan baru di desa-desa pesisir yang ada di Kabupaten Parigi. Pembukaan lahan baru ini mendorong terciptanya lapangan pekerjaan bagi masyarakat pesisir di Parigi. Harapanya ke depan semakin banyak petani rumput laut baru yang bermunculan serta menikmati harga jual rumput laut yang berkeadilan.

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *